Smartphone Kuasai 64% Lalu Lintas Web Global

Selasa 10-06-2025,12:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Lalu lintas dan akses <a href="https://infodigital.co.id/internet-seluler-ri-hanya-naik-384-mbps/"><strong>internet</strong></a> pada <em>web</em> secara global telah didominasi oleh <a href="https://infodigital.co.id/orang-indonesia-miliki-356-juta-ponsel/"><strong>ponsel pintar (<em>smartphone</em>)</strong></a>. Penetrasi <em>smartphone</em> pada <em>web</em> global mencapai 64% pada pertengahan 2025 dari kuartal I-2016 masih 31%. Pertumbuhannya didorong oleh perkembangan jaringan seluler berbasis menara <a href="https://infodigital.co.id/3-operator-telko-operasikan-746-050-bts/"><strong><em>base transceiver station</em> (BTS)</strong></a> yang lebih cepat dan generasi yang mengandalkan ponsel untuk segala hal, mulai dari mencari berita hingga berbelanja dan hiburan. Dalam kondisi situs <em>web</em> makin dioptimalkan dengan akses menggunakan perangkat dan jaringan seluler, peralihan pemanfaatan dari komputer <em>desktop</em> ke <em>smartphone</em> pun telah menjadi tren digital yang berkelanjutan. “Itu semua mendorong pangsa seluler dalam lalu lintas <em>web</em> ke rekor tertinggi. Pangsa <em>web</em> seluler pun meningkat selama delapan kuartal berturut-turut, dengan rekor terpanjang sejak 2016,” ungkap riset Statcounter, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Selasa (10/2025). Sementara itu, dalam ulasannya, platform <em>techgaged</em> menyebut, pangsa perangkat seluler dalam lalu lintas <em>web</em> telah mengalami fluktuasi yang signifikan selama 10 tahun terakhir. Setelah meningkat tajam sepanjang 2016 dan mencapai hampir 53% pada akhir 2017, tren tersebut sempat melambat. Penetrasi <em>smartphone</em> pun sempat turun menjadi 47% dari total lalu lintas <em>web</em> pada akhir 2018. Tiga tahun berikutnya (2021), angka-angkanya menunjukkan  perkembangan berfluktuasi. Hal ini menunjukkan bahwa penelusuran <em>web</em> seluler telah menjadi tren utama, tetapi masih kurang momentum. Namun, pada kuartal III-2022, penetrasi <em>smartphone</em> kembali mencetak rekor terbaru, hingga akhirnya naik lagi dan menguasai hampir 60% dari total lalu lintas <em>web</em> global. Meskipun pangsa pasarnya (<em>market share</em>) sempat turun menjadi 53% dalam 6 bulan berikutnya, paruh kedua tahun 2023 menandai dimulainya tren berkelanjutan yang memperkuat posisi <em>smartphone</em> sebagai perangkat nomor satu untuk menjelajah <em>web</em>. Seiring dengan makin banyaknya orang yang menggunakan ponsel pintar, pangsa lalu lintas <em>web</em> seluler pun melonjak menjadi 59,3% pada kuartal I-2024. Pertumbuhan yang stabil terus berlanjut sejak saat itu, hingga mencapai 64,1% pada kuartal II-2025. Hal ini menandai pertumbuhan selama delapan kuartal berturut-turut, yang merupakan periode terpanjang sejak maraknya <em>smartphone</em> pada 2016. <strong>Pasar Asia</strong> Namun, menurut Statcounter, terdapat perbedaan regional yang signifikan dalam penjelajahan <em>web</em> menggunakan perangkat<em> smartphone</em>, dengan Asia memimpin. Kawasan Asia merupakan rumah bagi beberapa negara yang paling bergantung pada perangkat seluler, terutama <em>smartphone</em>, di dunia, antara lain Tiongkok, India, Korea Selatan, dan Indonesia. Kemudian, bahkan, ketersediaan ponsel pintar yang terjangkau dan perkembangan jaringan 5G yang cepat telah mendorong pangsa lalu lintas <em>web</em> seluler di wilayah Asia jauh melampaui rata-rata global. “Bulan lalu (Mei 2025), perangkat seluler (<em>smartphone</em>) menyumbang 71,3% dari total lalu lintas <em>web</em> di Asia, 7% di atas rata-rata global,” ungkap Statcounter. Penggunaan <em>web</em> seluler di kawasan tersebut juga jauh lebih tinggi daripada di kawasan Amerika dan Eropa, di mana ponsel pintar baru menghasilkan sekitar 50% dari total lalu lintas <em>web</em>. <strong>Dominasi OS Android </strong> Terakhir, data Statcounter juga menyebut, lebih dari 72% trafik <em>web</em> seluler berasal dari perangkat pintar <em>mobile</em> yang bersistem operasi (<em>operating system</em>/OS) Android. Android merupakan OS untuk perangkat <em>mobile smartphone</em>, tablet, dan jam tangan (<em>smartwacth</em>), buatan dari Google, raksasa teknologi informasi asal Amerika Serikat. Berkat basis pengguna global yang besar, dominasi Android makin bertambah. Itu juga seiring dengan marak munculnya vendor ponsel pintar di Tiongkok yang berkembang pesat dengan skala pasar mengglobal. Android pun telah mendominasi trafik <em>web</em> seluler selama bertahun-tahun, meninggalkan iOS, buatan Apple, yang jauh di belakangnya. Pada Mei 2025, perangkat ber-OS Android telah berkontribusi 72,7% terhadap trafik <em>web</em> seluler global, 2,7 kali lebih banyak dari iOS. Statistik menunjukkan bahwa OS iOS mencapai pangsa trafik <em>web</em> seluler sebesar 26,9% Mei 2025, sedikit naik dari 26,04% pada akhir 2024. Namun, angka ini masih jauh lebih bak dibandingkan Samsung di peringkat ketiga hanya 0,2%, diikuti oleh KaiOS 0,02%, dan OS Linux 0,01%. (dmm)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler